Jumat, 30 Desember 2016

Tri Dharma Perguruan Tinggi


Secara bahasa, kata “Tri” sendiri berasal dari bahasa Sansekerta. “Tri” artinya tiga, sedangkan “Dharma” bermakna kewajiban. Tri Dharma Perguruan Tinggi adalah hal-hal dasar yang harus ada saat menjalani aktivitas akademik. Dasar dan tanggung jawab tersebut dilakukan secara terus-menerus dan dikembangkan secara beriringan.
Adanya Tri Dharma Perguruan Tinggi merupakan wujud dari keseriusan perguruan tinggi untuk menyajikan pendidikan yang berkualitas. Oleh karena itu, Tri Dharma Perguruan Tinggi sepatutnya telah menjadi budaya dan kesadaran.
Tanggung jawab Tri Dharma Perguruan tinggi itu sendiri sebenarnya diberikan kepada seluruh civitas akademik terutama dosen dan mahasiswa. Dosen sebagai pengajar, pembimbing sekaligus pendamping, sedangkan mahasiswa sebagai anak didik yang menuntut ilmu. Dua elemen ini akan terus berkaitan mengingat tak bisa disebut dosen tanpa adanya mahasiswa, begitu sebaliknya.
1.Pendidikan dan Pengajaran.
Pendidikan dan pengajaran adalah point pertama dan utama dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Pendidikan danpengajaran memiliki peranan yang sangat penting dalam suatu proses pembelajaran.
Demi mencapai tujuan dari Tri Dharma Perguruan tinggi tersebut, mahasiswa dituntut aktif untuk mengeksplor, mencari dan menggali sendiri terkait keilmuan yang digeluti.  Dengan demikian, mahasiswa sadar betul apa yang dilakukannya dan dalam rangka meraih keilmuan apa. Semakin spesifik keilmuan seseorang, maka semakin matang dan sempurna.
Saat  berlangsungnya pendidikan dan pengajaran, pengajaran tidak hanya bertumpu pada diri dosen atau yang biasa disebut pendidikan komunikasi satu arah. Pendidikan yang berlangsung seharusnya meliputi komunikasi dua arah yang melibatkan keaktifan antara dosen dan mahasiswa.
Konkritnya, dosen bukan hanya sebatas mentransfer ilmu dari gelas kosong menjadi berisi. Lebih dari itu, dosen pendidikan dituntut untuk merangsang daya pikir mahasiswa sehingga ilmu akan berkembang, bukan stagnan berjalan di tempat.
Dari pengertian pendidikan diatas maka proses pembelajaran yang ada di perguruan tinggi memiliki peranan penting untuk mencipkan bibit – bibit unggul. Pendidikan dan pengajaran yang baik akan menghasilkan bibit unggul dari suatu perguruan tinggi yang akan mampu membawa bangsa ini kearah bangsa yang lebih maju . lulusan – lulusan yang berkualitas dari perguruan tinggi akan menjadi penerus bangsa yang membawa Indonesia kearah yang lebih maju.Sesuai dengan pembukaan undang – udang dasar 1945 yang berbunyi, mencerdaskan kehidupan bangsa. Maka pendidikan dan pengajaran harus menjadi pokok dan sumber utama dalam mencapaitujuan dari perguruan tinggi.
2.Penelitian dan Pengembangan 
Tujuan dari point kedua ini mahasiswa dalam menuntut ilmu diharapkan tidak hanya sebatas tahu, namun mengerti dan mampu Peneitian dan pengembangan juga sangatlah penting bagi kemajuan perguruan tinggi,kesejahteraan masyarakat serta kemajuan bangsa dan negara. Dari penelitian dan pengembangan maka mahasiswa mampu mengembangkan ilmu dan teknologi . pada penelitian dan pengembangan mahasiswa harus lebih cerdas, kritis dan kreatif dalam mejalankan perannya sebagai agent of change. Mahasiswa harus mampu memanfaatkan penelitian dan pengembangan ini dalam suatu proses pembelajaran untuk memporoleh suatu perubahan – perubahan yang akan membawa Indonesia kearah yang lebih maju dan terdepan.
3.Pengabdian Kepada Masyarakat 
Baik dosen maupun mahasiswa, semuanya  dituntut untuk memberikan pengabdian kepada masyarakat. Pengabdian tersebut dapat berupa penyebaran ilmu ke tempat peribadatan, acara warga maupun bentuk-bentuk tulisan di media massa. Demikian juga mahasiswa.
Pengabdian inilah yang menuntut para akademisi untuk mempraktikkan ilmu-ilmu yang telah dipelajari di kampus. Sebab, ilmu tanpa dipraktikkan seperti tong konsong berbunyi nyaring.
Oleh sebab itu, seorang akademisi benar-benar harus menjadi teladan bagi para akademisi lainnya terkhusus kepada masyarakat yang notabene adalah warga yang bias hidup bersama sehari-hari.
Di zaman yang serba modern ini, para akademisi sangat leluasa untuk melakukan dan melaksanakan dengan sepenuh hati segala bentuk pengabdian sesuai Tri Dharma Perguruan Tingi. Bila Anda seorang akademisi di bidang media, Anda dapat turut menjadi rantai kebaikan dengan menyebarkan konten-konten yang berkualitas.
Ya, hal tersebut hanyalah contoh kecilnya saja. Jadi, mengabdi jangan hanya diartikan sempit turut kerja bakti di kampung halaman. Anda bisa mengeksplore keilmuan Anda dengan aksi-aksi yang banyak bermanfaat bagi orang banyak.
Dalam hal pembelajaran, mahasiswa yang merantau perlu memperteguh diri bahwa menutut ilmu di perguruan tinggi harus dilakukan secara maksimal. Bila sudah tiba waktunya kembali ke kampung halaman, Mahasiswa mampu mengabdikan dirinya terjun ke masyarakat membangun desa. Adapun fungsi mahasiswa lebih mendalam dapat Anda baca di artikel sebelumnya berjudul fungsi mahasiswa sebagai Aktivis Pemberadab.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar