Secara bahasa, kata “Tri” sendiri berasal dari bahasa Sansekerta. “Tri” artinya tiga, sedangkan “Dharma” bermakna kewajiban. Tri Dharma Perguruan Tinggi adalah hal-hal dasar yang harus ada saat menjalani aktivitas akademik. Dasar dan tanggung jawab tersebut dilakukan secara terus-menerus dan dikembangkan secara beriringan.
Adanya Tri
Dharma Perguruan Tinggi merupakan wujud dari keseriusan perguruan tinggi untuk
menyajikan pendidikan yang berkualitas. Oleh karena itu, Tri Dharma Perguruan
Tinggi sepatutnya telah menjadi budaya dan kesadaran.
Tanggung
jawab Tri Dharma Perguruan tinggi itu sendiri sebenarnya diberikan kepada
seluruh civitas akademik terutama dosen dan mahasiswa. Dosen sebagai pengajar,
pembimbing sekaligus pendamping, sedangkan mahasiswa sebagai anak didik yang
menuntut ilmu. Dua elemen ini akan terus berkaitan mengingat tak bisa disebut
dosen tanpa adanya mahasiswa, begitu sebaliknya.
1.Pendidikan
dan Pengajaran.
Pendidikan dan
pengajaran adalah point pertama dan utama dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Pendidikan danpengajaran memiliki peranan yang sangat penting dalam suatu
proses pembelajaran.
Demi mencapai
tujuan dari Tri Dharma Perguruan tinggi tersebut, mahasiswa dituntut aktif
untuk mengeksplor, mencari dan menggali sendiri terkait keilmuan yang digeluti.
Dengan demikian, mahasiswa sadar betul apa yang dilakukannya dan dalam
rangka meraih keilmuan apa. Semakin spesifik keilmuan seseorang, maka semakin
matang dan sempurna.
Saat
berlangsungnya pendidikan dan pengajaran, pengajaran tidak hanya
bertumpu pada diri dosen atau yang biasa disebut pendidikan komunikasi satu
arah. Pendidikan yang berlangsung seharusnya meliputi komunikasi dua arah yang
melibatkan keaktifan antara dosen dan mahasiswa.
Konkritnya,
dosen bukan hanya sebatas mentransfer ilmu dari gelas kosong menjadi berisi.
Lebih dari itu, dosen pendidikan dituntut untuk merangsang daya pikir mahasiswa
sehingga ilmu akan berkembang, bukan stagnan berjalan di tempat.
Dari pengertian
pendidikan diatas maka proses pembelajaran yang ada di perguruan tinggi
memiliki peranan penting untuk mencipkan bibit – bibit unggul. Pendidikan dan
pengajaran yang baik akan menghasilkan bibit unggul dari suatu perguruan tinggi
yang akan mampu membawa bangsa ini kearah bangsa yang lebih maju . lulusan –
lulusan yang berkualitas dari perguruan tinggi akan menjadi penerus bangsa yang
membawa Indonesia kearah yang lebih maju.Sesuai dengan pembukaan undang – udang
dasar 1945 yang berbunyi, mencerdaskan kehidupan bangsa. Maka pendidikan dan
pengajaran harus menjadi pokok dan sumber utama dalam mencapaitujuan dari
perguruan tinggi.
2.Penelitian dan Pengembangan
Tujuan dari point
kedua ini mahasiswa dalam menuntut ilmu diharapkan tidak hanya sebatas tahu,
namun mengerti dan mampu Peneitian dan pengembangan juga sangatlah penting bagi
kemajuan perguruan tinggi,kesejahteraan masyarakat serta kemajuan bangsa dan
negara. Dari penelitian dan pengembangan maka mahasiswa mampu mengembangkan
ilmu dan teknologi . pada penelitian dan pengembangan mahasiswa harus lebih
cerdas, kritis dan kreatif dalam mejalankan perannya sebagai agent of change.
Mahasiswa harus mampu memanfaatkan penelitian dan pengembangan ini dalam suatu
proses pembelajaran untuk memporoleh suatu perubahan – perubahan yang akan membawa
Indonesia kearah yang lebih maju dan terdepan.
3.Pengabdian Kepada Masyarakat
Baik dosen maupun
mahasiswa, semuanya dituntut untuk memberikan pengabdian kepada
masyarakat. Pengabdian tersebut dapat berupa penyebaran ilmu ke tempat
peribadatan, acara warga maupun bentuk-bentuk tulisan di media massa. Demikian
juga mahasiswa.
Pengabdian
inilah yang menuntut para akademisi untuk mempraktikkan ilmu-ilmu yang telah
dipelajari di kampus. Sebab, ilmu tanpa dipraktikkan seperti tong konsong
berbunyi nyaring.
Oleh sebab
itu, seorang akademisi benar-benar harus menjadi teladan bagi para akademisi
lainnya terkhusus kepada masyarakat yang notabene adalah warga yang bias hidup
bersama sehari-hari.
Di zaman yang
serba modern ini, para akademisi sangat leluasa
untuk melakukan dan melaksanakan dengan sepenuh hati segala bentuk pengabdian
sesuai Tri Dharma Perguruan Tingi. Bila Anda seorang akademisi di bidang media,
Anda dapat turut menjadi rantai kebaikan dengan menyebarkan konten-konten yang
berkualitas.
Ya, hal
tersebut hanyalah contoh kecilnya saja. Jadi, mengabdi jangan hanya diartikan
sempit turut kerja bakti di kampung halaman. Anda bisa mengeksplore keilmuan
Anda dengan aksi-aksi yang banyak bermanfaat bagi orang banyak.
Dalam hal
pembelajaran, mahasiswa yang merantau perlu memperteguh diri bahwa menutut ilmu
di perguruan tinggi harus dilakukan secara maksimal. Bila sudah tiba waktunya
kembali ke kampung halaman, Mahasiswa mampu mengabdikan dirinya terjun ke
masyarakat membangun desa. Adapun fungsi mahasiswa lebih mendalam dapat Anda
baca di artikel sebelumnya berjudul fungsi mahasiswa sebagai Aktivis Pemberadab.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar