Jumat, 30 Desember 2016

Kognisi Sosial


  1. Kognisi sosial merupakan pendekatan dalam psikologi sosial yang berfokus pada kognisi (pikiran) dipengaruhi oleh konteks sosial yang lebih luas dan kognisi yang mempengaruhi perilaku sosial.
  2. Kognisi adalah proses yang menghubungkan peristiwa-peristiwa diluar (lingkungan) dan di dalam (diri sendiri)
  3. Kognisi adalah proses mengubah, mereduksi, memperinci, menyimpan, mengungkapkan, dan menggunakan setiap input (informasi) yang diperoleh melalui alat indera.
Konsep dalam Kognisi Sosial, yaitu:
1.  Impresi
a)       Orang-orang menghabiskan waktu untuk berpikir tentang orang lain. Kita membentuk kesan dari orang yang kita temui. 
b)       pembentukan kesan dan persepsi orang merupakan aspek penting dari kognisi sosial (Schneider, Hastorf 8c Ellsworth, 1979).
Impresi dipengaruhi oleh:
1)      Personal construct : pembentukan persepsi seseorang dari waktu ke waktu
2)      Penampilan fisik
3)      Stereotipe
4)      Social judgment
2.  Skema & kategori
1.  Menurut Taylor (2009) skema merupakan seperangkat tatanan struktur pengetahuan atau pemahaman mengenai beberapa konsep atau stimulus.
2. Skema berisi pengetahuan tentang konsep atau stimulus, relasi antar berbagai pemahaman tentang konsep dan contoh-contoh spesifiknya.
3. Skema dapat berupa skema tentang orang tertentu, peran sosial atau diri sendiri, sikap terhadap obyek tertentu, stereotipe tentang kelompok tertentu, atau persepsi tentang kejadian umum.
3. Social encoding
mengacu pada proses dimana rangsangan sosial eksternal direpresentasikan dalam pikiran individu. Ada beberapa tahap untuk proses ini (Bargh, 1984):
1)      Pre-attentive analysis - pemindaian umum, otomatis dan non-sadar lingkungan.
2)      Focal attention  - sekali melihat, rangsangan secara sadar diidentifikasi dan dikelompokkan.
3)      Comprehension - stimuli diberi makna semantik.
4)      Elaborative reasoning - stimulus semantik mewakili terkait dengan pengetahuan lain untuk memungkinkan adanya kesimpulan yang kompleks.
Jelas, proses encoding sosial sangat tergantung pada apa yang menangkap perhatian kita.
    4. Disonansi (Kejanggalan) Kognitif
Menurut Festinger, (1957) Disonansi kognitif dapat terjadi karena :

  1. Inkonsistensi logis : merokok tidak baik, tapi tetap merokok)
  2. Nilai-nilai budaya : fenomena kanjeng dimas
  3. Pendapat umum : Mengadopsi anak sebagai "pancingan" supaya nanti bisa hamil
  4. Pengalaman masa lalu : trauma dengan orang lain/ kelompok/situasi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar