Atribusi
Proses yang menggambarkan cara individu menjelaskan, menginterprestasi dan mengambil kesimpulan terhadap peristiwa-peristiwa yang berhubungan dengan dirinya maupun peristiwa-peristiwa yang berhubungan dengan orang lain.
Atribusi dibedakan menjadi 2 yaitu:
- Atribusi disposisional, yang menganggap perilaku seseorang berasal dari faktor internal, seperti
- Atribusi situasional, yang menghubungkan perilaku seseorang dengan faktor eksternal seperti: pengaruh sosial orang lain.
Teori Atribusi internal dan Eksternal dari Kelley(1972; Kelley dan Michela)
Ada 3 hal untuk melihat apakah itu suatu perilaku beratribusi internal atau eksternal:
- Konsensus
Apakah suatu perilaku cenderung dilakukan oleh semua orang pada situasi yang sama, makin banyak yang melakukannya, makin tinggi konsesnsus dan makin sedikit yang melakukannya, makin rendah.
- Konsistensi
Apakah pelaku yang bersangkutan cenderung melakukan perilaku yang sama dimasa lalu dalam situasi yang sama, kalau “ya”, konsistensinya tinggi, kalau “tidak” konsistensinya rendah.
- Distingsi atau kekhususan
Apakah pelaku yang bersangkutan cenderung melakukan perilaku yang sama dimasa lalu dalam situasi yang berbeda, kalau “ya” maka distingsinya tinggi, kalau “ya”, distingsinya rendah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar