Motif merupakan salah satu aspek psikis yang penting diketahui. Keberadaanya sangat berperan dalam tingkah laku individu. Pasda dasarnya tidak ada tingkah laku tanpa motif, yang artinya setiap tingkah laku inidividu itu bermotif. Sebagai konselor perlu memahami motif klien dalam bertingkah, agar dapat:
- Mengukur motif (seperti belajar dan mengikuti kegiatan ekstrakulikuler) peserta didik
- Mengembangkan motif peserta didik (klien) yang tepat dalam berbagi aspek kegiatan yang positif, seperti bergaul dengan orang lain, dan mendalami nilai-nilai agama
- Mendeteksi alasan atau latar belakang tingkah laku klien, sehingga memudahkan untuk membantu klien memecahkan masalahnya.
Pengelompokan Motif:
Pengelompokan motif diantaranya sebagai berikut:
1. Motif Primer
Motif ini bisa disebut jugamotif dasar (basic motive) atau biological drives (berasal dari kebutuhan-kebutuhan biologis). Motif ini menunjukan kepada motif yang tidak dipelajari (unlearned motive). Motif ini bersifat naruliah (instinktif). Motif primer meliputi:
a. Dorongan fisiologis (physiological drive), bersumber pada kebutuhan organis.
b. Dorongan umum dan motif darurat.
2. Motif Sekunder
Motif ini seringkali disebut motif sosial, karena manusia hidup dalam lingkungan sosial dengan sesama manusia.
Motif ini merupakan motif yang dipelajari (learned motive), yang artinya berkembang karena pengalaman. Motif ini dipengaruhi oleh tingkat peradaban, adat istiadat, dan nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat temapat individu itu berada. Terdapat golongan antara lain:
- Dorongan untuk belajar ilmu pengetahuan
- Dorongan untuk mengajar suatu kedudukan (status)
- Dorongan berprestasi (achievement motive)
- Dorangan ingin diterima, dihargai, persetujuan, merasa aman
- Motif-motif objektif (eksplorasi, manipulasi dan menaruh minat)
- Dorongan untuk dikenal dan sebagainya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar