Pada zaman modern seperti saat ini,
anak-anak sudah mengenal dan bahkan mahir dalam menggunakan gadget. Dalam hal
ini tentunya peran penting orangtua sangat dibutuhkan untuk bersikap bijak dalam
memberikan alat komunikasi tersebut. Jika digunakan dengan bijak maka gadget
akan bermanfaat sebagai media pembelajaran untuk anak. Namun jika penggunaannya
tidak terkontrol maka pengaruh gadget sangat berbahaya untuk kesehatan dan
tumbuh kembang si kecil.
Dalam menyikapi perkembangan zaman
dan teknologi pada saat ini, setiap orangtua hendaknya mengetahui waktu yang
tepat untuk memberikan gadget pada anak. Selain itu, orangtua juga hendaknya
memberikan batasan pada anak dalam menggunakan gadget sehingga tidak menjadi
ketergantungan yang akan memberikan dampak negatif terhadap tumbuh kembangnya.
Dampak-dampak teknologi bagi
perkembangan anak, adalah :
Dampak
positif
1.
Menambah Pengetahuan
Dengan menggunakan gadget yang
berteknologi canggih, anak-anak dengan mudah dan cepat untuk mendapatkan informasi
mengenai tugas nya disekolah. Misalnya kita ingin browsing internet dimana saja
dan kapan saja yang ingin kita ketahui. Dengan demikian dari internet kita bias
menambah ilmu pengetahuan.
2.
Memperluas Jaringan Persahabatan
Gadget dapat memperluas jaringan
persahabatan karena dapat dengan mudah dan cepat bergabung ke sosial media.
Jadi, kita dapat dengan mudah untuk berbagi bersama teman kita.
3.
Mempermudah Komunikasi.
Gadget merupakan salah satu alat
yang memiliki tekonologi yang canggih. Jadi semua orang dapat dengan mudah
berkomunikasi dengan orang lain dari seluruh penjuru dunia.
4.
Melatih kreativitas anak.
Kemajuan teknologi telah menciptakan
beragam permainan yang kreatif dan menantang. Banyak anak yang termasuk
kategori ADHD diuntungkan oleh permainan ini oleh karena tingkat kreativitas
dan tantangan yang tinggi.
Dampak
Negatif
1.
Bahaya radiasi
Pengaruh gadget buat anak yang
pertama yaitu bahaya paparan radiasi. Menurut sebuah riset, paparan radiasi
dari gadget sangat berbahaya bagi kesehatan dan perkembangan anak. Radiasi
gadget sangat beresiko mengakibatkan gangguan terhadap perkembangan otak dan
sistem imun anak.
2.
Menyebabkan kecanduan
Pengaruh gadget terhadap anak yang
selanjutnya yaitu menyebabkan kecanduan dan ketergantungan. Hal ini tentunya
akan berdampak negatif terhadap perkembangan fisik dan motorik anak. Ketika si
kecil asik bermain gadget biasanya lupa makan sehingga asupan nutrisi untuk
menunjang pertumbuhannya terganggu. Selain itu, kecanduan gadget juga akan
berdampak terhadap kepribadian anak sehingga lebih cenderung memiliki sifat
tertutup dan tidak bersosialisasi.
3.
Kurang empati
Teknologi membuat anak jarang
mengolah perasaan nya terhadap kesulitan orang lain. Hal ini tentu akan
melahirkan sebuah pribadi yang angkuh dan sombong.
4.
Perilaku konsumtif
Teknologi yang berkembang pesat
dengan tambahan fitur-fitur yang semakin
canggih, membuat anak selalu menuntut pembaruan gadget dan tidak pernah puas
akan gadget yang di milikinya.
Cara
mengatasi dampak negatif dari pengaruh Gadget
Sosok yang paling berpengaruh
dalam mencegah maupun mengatasi dampak
negatif dari gadget adalah orang tua. Maka orang tua memiliki peran besar dalam
membimbing dan mencegah agar teknologi gadget tidak berdampak negatif bagi
anak. Cara-cara yang harus dilakukan oleh orang tua ialah sebagai berikut :
1. Pilih sesuai usia
Dilihat
dari tahapan perkembangan dan usia anak, pengenalan dan penggunaan gadget bisa
dibagi ke beberapa tahap usia. Untuk anak usia di bawah 5 tahun, Pemberian
gadget sebaiknya hanya seputar pengenalan warna, bentuk, dan suara. Artinya,
jangan terlalu banyak memberikan kesempatan bermain gadget pada anak di bawah 5
tahun. Terlebih di usia ini, yang utama bukan gadget -nya, tapi fungsi
orangtua. Pasalnya gadget hanya sebagai salah satu sarana untuk mengedukasi
anak.
Ditinjau
dari sisi neurofisiologis, otak anak berusia di bawah 5 tahun masih dalam taraf
perkembangan. Perkembangan otak anak akan lebih optimal jika anak diberi
rangsangan sensorik secara langsung. Misalnya, meraba benda, mendengar suara,
berinteraksi dengan orang, dan sebagainya. Jika anak usia di bawah 5 tahun
menggunakan gadget secara berkelanjutan,
apalagi tidak didampingi orangtua, akibatnya anak hanya fokus ke gadget dan
kurang berinteraksi dengan dunia luar.
Yang
berikutnya, otak bagian depan adalah bagian yang berfungsi memberi perintah dan
menggerakkan anggota tubuh lainnya. Di bagian otak belakang, ada yang namanya
penggerak. Di bagian ini, terdapat hormon endorfin yang mengatur pusat
kesenangan dan kenyamanan. Pada saat bermain gadget, anak akan merasakan
kesenangan, sehingga memicu meningkatnya hormon endorfin. kecanduan berhubungan
dengan ini jika dilakukan dalam jangka waktu lama dan kontinyu . Akibatnya, ke
depannya, anak akan mencari kesenangan dengan jalan bermain gadget, karena
memang sudah terpola sejak awal perkembangannya.
Dari
aspek interaksi sosial, perkembangan anak-anak usia di bawah 5 tahun sebaiknya
memang lebih ke arah sensor-motorik. Yaitu, anak harus bebas bergerak, berlari,
meraih sesuatu, merasakan kasar-halus. Memang di gadget juga ada pengenalan
warna atau games di mana orang melompat. Namun, kemampuan anak untuk
berinteraksi secara langsung dengan objek nyata di dunia luar tidak diperoleh
anak.
2. Batasi waktu
Anak usia
di bawah 5 tahun, boleh-boleh saja diberi gadget. Tapi harus diperhatikan
durasi pemakaiannya. Misalnya, boleh bermain tapi hanya setengah jam dan hanya
pada saat senggang. Contohnya, kenalkan gadget seminggu sekali, misalnya hari
Sabtu atau Minggu. Lewat dari itu, ia harus tetap berinteraksi dengan orang
lain. Aplikasi yang boleh dibuka pun sebaiknya aplikasi yang lebih ke fitur
pengenalan warna, bentuk, dan suara.
Sejalan
pertambahan usia, ketika anak masuk usia pra remaja, orangtua bisa memberi
kebebasan yang lebih, karena anak usia ini juga perlu gadget untuk fungsi
jaringan sosial mereka. Di atas usia 5 tahun (mulai 6 tahun sampai usia 10
tahun) orangtua bisa memperbanyak waktu anak bergaul dengan gadget. Di usia
ini, anak sudah harus menggali informasi dari lingkungan. Jadi, kalau tadinya
cuma seminggu sekali selama setengah jam dengan supervisi dari orangtua, kini
setiap Sabtu dan Minggu selama dua jam. Boleh main games atau browsing mencari informasi. Intinya,
kalau orang tua sudah menerapkan kedisiplinan sedari awal, maka di usia pra
remaja, anak akan bisa menggunakan gadget
secara bertanggungjawab dan tidak kecanduan gadget.
3. Hindarkan kecanduan
Kasus
kecanduan atau penyalahgunaan gadget biasanya terjadi karena orangtua tidak
mengontrol penggunaannya saat anak masih kecil. Maka sampai remaja pun ia akan
melakukan cara pembelajaran yang sama. Akan susah mengubah karena kebiasaan ini
sudah terbentuk. Ini sebabnya, orang tua harus ketat menerapkan aturan ke anak,
tanpa harus bersikap otoriter. Dan jangan lupa, orangtua harus menerapkan
reward and punishment. Kalau ini berhasil dijalankan, maka anak akan bisa
melakukannya secara bertanggungjawab dan terhindar dari kecanduan.
4. Beradaptasi dengan zaman
Salah satu
dampak positif gadget adalah akan membantu perkembangan fungsi adaptif seorang
anak. Artinya kemampuan seseorang untuk bisa menyesuaikan diri dengan keadaan
lingkungan sekitar dan perkembangan zaman. Jika perkembangan zaman sekarang
muncul gadget, maka anak pun harus tahu cara menggunakannya.
Artinya
fungsi adaptif anak berkembang. seorang anak harus tahu fungsi gadget dan harus
bisa menggunakannya karena salah satu fungsi adaptif manusia zaman sekarang
adalah harus mampu mengikuti perkembangan teknologi. Sebaliknya, anak yang
tidak bisa mengikuti perkembangan
teknologi bisa dikatakan fungsi adaptifnya tidak berkembang secara
normal.
Namun,
fungsi adaptif juga harus menyesuaikan dengan budaya dan tempat seseorang
tinggal. Kalau anak tinggal di sebuah desa dimana gadget adalah barang langka,
maka wajar kalau anak tidak tahu dan tidak kenal yang namanya gadget.