Persaingan untuk mendapatkan
pekerjaan sekarang ini sangatlah ketat diakibatkan banyaknya orang yang melamar
pekerjaan ataupun sedikitnya daya tampung pekerja. adalah salah satu perguruan tinggi yang ada
di Sumatera Utara yang meluluskan mahasiswa lebih kurang empat ribu orang setiap
tahunnya. Sudah tentu lulusan tersebut akan bekerja dan akan bersaing dengan
lulusan itu sendiri ataupun lulusan
perguruan tinggi lainnya. Dengan demikian mahasiswa harus mempersiapkan dirinya untuk bersaing
sebelum dan setelah dinyatakan lulus dalam mendapatkan pekerjaan yang lebih
baik.
Mengembangkan hard skill adalah
jawaban utama didalam keberhasilan untuk mendapatkan pekerjaan tersebut. Namun
demikian tidaklah cukup hanya kemampuan hard
skill saja, tetapi harus diimbangi dengan kemampuan soft skill dalam menghadapi berbagai tantangan saat melakukan
pekerjaan tersebut. Menurut Admin dunia kerja percaya bahwa sumber daya manusia
yang unggul adalah mereka yang tidak hanya memiliki kemahiran hard skill saja, tetapi juga piawai
dalam aspek soft skillnya.
Ditambahkan juga, bahwa dunia pendidikanpun mengungkapkan dengan berdasarkan
penelitian di Harvard University Amerika Serikat ternyata kesuksesan seseorang
tidak ditentukan semata-mata oleh pengetahuan dan kemampuan teknis (hard skill) saja, tetapi lebih oleh
kemampuan mengelola diri dan orang lain (soft
skill).
Dari penjelasan di atas, dapat kita
lihat bahwa pentingnya hard skill dan
soft skill bagi setiap orang yang
ingin mendapatkan ataupun saat melakukan pekerjaan. Dengan demikian dituntut
bahwa setiap mahasiswa harus meningkatkan hard skill dan soft skillnya dalam
mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja pada masa studinya.
HARD
SKILL
Proses
pembelajaran di perguruan tinggi lebih menitik beratkan pada aspek kognitif.
Hal ini dapat dilihat pada prestasi mahasiswa yang ditunjukkan oleh indeks
prestasi (IP). Indeks prestasi dibuat berdasarkan hasil penilaian dari evaluasi
dosen terhadap mahasiswa dalam proses pembelajaran. Kemampuan mahasiswa yang
ditunjukkan berdasarkan indeks prestasi seperti inilah yang sering disebut
sebagai kemampuan hard skill.
SOFT
SKILL
Pengertian
soft skill didefinisikan sebagai
keterampilan lunak (soft) yang
digunakan dalam berhubungan dan bekerjasama dengan orang lain, atau dikatakan
sebagai interpersonal skills.
Kemampuan seseorang dalam berhubungan dengan orang lain (interpersonal skills) dan kemampuan seseorang dalam mengatur
dirinya sendiri (intrapersonal skills)
serta kemampuan tambahan seseorang dalam kepercayaan/kepedulian baik terhadap
penciptanya maupun orang lain (ekstrapersonal
skills).
Beberapa
keterampilan yang dimasukkan dalam kategori soft skill adalah:
etika/propesional, kepemimpinan, kreativitas, kerjasama, inisiatif,
facilitating kelompok maupun masyarakat, komunikasi, berpikir kritis, dan
problem solving. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh negara-negara
Inggris, Amerika dan Kanada, ada 23 atribut softskills
yang dominan di lapangan kerja yang dimuat oleh Tarmidi dalam websitenya. Ke 23
atribut tersebut diurut berdasarkan prioritas kepentingan di dunia kerja,
yaitu: (1) inisiatif, (2) etika/integritas, (3) berfikir kritis, (4). kemauan
belajar, (5) komitmen, (6) motivasi, (7) bersemangat, (8) dapat diandalkan, (9)
komunikasi lisan, (10) kreatif, (11) kemampuan analitis, (12) dapat mengatasi
stres, (13) manajemen diri, (14) menyelesaikan persoalan, (15) dapat meringkas,
(16) berkoperasi, (17) fleksibel, (18) kerja dalam tim, (19) mandiri, (20)
mendengarkan, (21) tangguh, (22)
berargumentasi logis, (23) manajemen waktu.
PERANAN HARD SKILL DAN SOFT SKILL
Hard skill
sangatlah penting untuk dikembangkan, karena kemampuan seseorang untuk
melakukan sebuah pekerjaan dengan baik dan benar adalah tergantung bagaimana hard skill yang dia miliki. Tidak
mungkin seseorang bisa membuat sebuah alat yang berguna jika dia tidak
mengetahui cara pembuatan, tujuan, dan kegunaannya alat tersebut. ataupun tidak
mungkin seseorang mampu memperbaiki sesuatu jika dia tidak tuhu apa yang dia
perbaiki.
Sebelum
melamar sebuah pekerjaanpun seharusnya lulusan perrguruan tinggi (mahasiswa)
harus memperhatikan pekerjaan yang akan diterimanya dengan kemampuannya.
Membandingkan kemampuan dengan pekerjaan yang akan dikerjakan adalah hal yang
baik. Untuk itu mahasiswa perlu mempersiapkan dirinya dengan mengembangkan hard skill sebagai dasar untuk melamar
pekerjaan dan diimbangi dengan soft skill sebagai landasan untuk melakukan
pekerjaan. Karena hampir semua perusahaan dewasa ini mensyaratkan adanya
kombinasi yang sesuai antara hard skill
dan soft skill, apapun posisi
karyawannya. Bagi perekrutan karyawan bagi perusahaan pendekatan hard skill saja kini sudah ditinggalkan.
Percuma jika hard skill baik, tetapi soft skillnya buruk. Hal ini bisa
dilihat pada iklan-iklan lowongan kerja berbagai perusahaan yang juga
mensyaratkan kemampuan soft skill, seperi
team work, kemampuan komunikasi, dan interpersonal relationship, dalam job requirementnya. Perusahaan cenderung
memilih calon yang memiliki kepribadian lebih baik meskipun hard skillnya lebih rendah. Alasannya
adalah memberikan pelatihan ketrampilan jauh lebih mudah daripada pembentukan
karakter Hal tersebut menunjukkan bahwa hard skill merupakan faktor penting
dalam bekerja, namun keberhasilan seseorang dalam bekerja biasanya lebih
ditentukan oleh soft skillnya yang baik.
Dunia
kerja saat ini membutuhkan sumber daya yang terampil, sebagai seorang mahasiswa dituntut untuk mempunyai keahlian
hard skill yang tinggi, Hard skill merupakan keahlian bagaimana nilai akhir
kuliah mahasiswa/nilai akademis (IPK) mahasiswa ini sebagai persyaratan untuk
memenuhi admnistrasi dalam melamar pada suatu perusahaan, selain harus memiliki
IPK yang tinggi di era persaingan yang ketat ini juga kita dituntut memiliki
soft skill yaitu ketrampilan seseorang dalam berhubungan dengan orang lain
(interpersonal skill) ketrampilan dalam mengatur dirinya sendiri (intrapersonal
skill), Baik hard skills maupun soft skills merupakan prasyarat kesuksesan
seorang sarjana dalam menempuh kehidupan setelah selesai pendidikannya. Seperti
yang dijelaskan di atas bahwa hard skills ditekankan pada aspek kognitif dan
keahlian khusus menurut disiplin keilmuan tertentu, sedangkan softskills
merupakan perilaku personal dan interpersonal skill yang diperlukan untuk
mengembangkan dan mengoptimalkan kinerja seorang manusia. Soft skill memiliki karakteristik sebagai berikut:
· Bersifat generik, dalam arti digunakan
dalam berbagai penyelesaian tugas yang berbeda.
· Dapat ditransfer dan diterapkan dalam
berbagai aktivitas pelaksanaan tugas, disebut juga sebagai keterampilan hidup (life skills).
· Merupakan keterampilan atau atribut
yang terdapat dalam aktivitas seperti pemecahan masalah, komunikasi,
pemanfaatan teknologi, dan bekerja dalam kelompok.
· Dapat dipromosikan sebagai keterampilan yang
memberi kontribusi dalam ‘pembelajaran seumur hidup’ (‘life long learning’).
· Dapat dimiliki dan digunakan oleh
pengusaha dan organisasi pemerintah.
· Dapat ditransfer dalam berbagai
konteks yang berbeda oleh orang-orang yang memiliki latar belakang disiplin
ilmu, profesi dan jabatan yang berbeda-beda.
BEBERAPA UPAYA YANG DILAKUKAN UNTUK
MENGEMBANGKAN HARD SKILL DAN SOFT SKILL
Dalam
mengembangkan hard skill seorang peserta didik (mahasiswa) sering diadakan
perlombaan-perlombaan. Selain itu, tidak jarang pendidik memberikan hadiah
sebagai penghargaan kepada anak didiknya yang memiliki prestasi baik. Bahkan
pertandingan antar mahasiswa dalam satu negara atapun antar negera sering
dibuat sesuai dengan bidang ilmu yang dimiliki seseorang. Hal ini semata-mata
bertujuan untuk mengembangkan hard skill.
Selain hard skill, seserorang tidak terlepas dari soft skill, karena seseorang tidak terlepas dari dirinya sendiri
dan orang lain. Maksudanya adalah seseorang punya akal, hati nurani yang harus
dikembangkan untuk mampu mengatur dirinya sendiri dan untuk berinteraksi dengan
orang lain.
Umumnya
kelemahan dibidang soft skill berupa
karakter yang melekat pada diri seseorang. Butuh usaha keras untuk mengubahnya.
Namun demikian soft skill bukan
sesuatu yang stagnan. Kemampuan ini bisa diasah dan ditingkatkan seiring dengan
pengalaman kerja. Ada banyak cara meningkatkan soft skill. Salah satunya melalui learning by doing. Selain itu soft
skill juga bisa diasah dan ditingkatkan dengan cara mengikuti
pelatihan-pelatihan maupun seminar-seminar manajemen. Meskipun, satu cara ampuh
untuk meningkatkan soft skill adalah
dengan berinteraksi dan melakukan aktivitas dengan orang lain. Mengikuti
organisasi adalah salah satu cara untuk berinteraksi dengan orang lain.
Dalam
rangka mengembangkan atribut soft skill
peserta didik di perguruan tinggi, diperlukan evaluasi diri dari setiap
mahasiswa tentang kekuatan mana yang dimiliki saat ini, sekaligus kelemahannya.
Para mahasiswa diberi lembar kuesioner yang berisi atribut soft skill. Lalu mengisinya dengan memberi tanda mana yang sudah
merasa cukup mereka miliki dan mana yang masih perlu dikembangkan. Atribut yang
paling banyak muncul di daftar sehingga terlihat atribut mana yang memiliki
modus tertinggi untuk dikembangkan. Lalu program studi di mana mahasiswa itu
berada meninjau visi program studinya, dan berupaya untuk memadukan antara
harapan mahasiswa, harapan lembaga dan sumberdaya yang dimiliki. Dengan
demikian akan terpilih beberapa atribut yang perlu dan penting dikembangkan
untuk para mahasiswanya.
Pengembangan
soft skill di perguruan tinggi juga
dapat dilakukan melalui kegiatan proses pembelajaran dan juga kegiatan
kemahasiswaan dalam kegiatan ekstra kurikuler atau ko-kurikuler. Hal yang
terpenting, softskill ini bukan bahan
hafalan melainkan dipraktekkan oleh individu yang belajar atau yang ingin
mengembangkannya. Pada saat mahasiswa ingin mengembangkan minat dan bakatnya di
dalam bidang olah raga umpamanya, acapkali pembimbing kegiatan olah raga
senantiasa berpusat pada teknik bagaimana memenangkan pertandingan yang akan
dilakukan oleh mahasiswanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar