Menurut data
Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristek dan Dikti),
sebanyak 21 persen Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) serta Fakultas
Ilmu Pendidikan (FIP) memiliki akreditasi C. Sebanyak 19 persen berakreditas B,
sedangkan yang berakreditasi A hanya 2 persen. Sisanya 58 persen LPTK dan FIP
belum terakreditasi. Menurut Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan
Kemristek dan Dikti dari 3.300 prodi (Program Studi) kependidikan yang sudah
terakreditasi, sebanyak 1.600 masih berakreditasi C. Padahal, jumlah mahasiswa
prodi pendidikan adalah yang terbesar. Di Indonesia, terdapat 12 LPTK negeri,
380 LPTK swasta dan 30 FIP. Mayoritas diantaranya berupa sekolah tinggi,
universitas, politeknik, dan institute. Salah satu permasalahan yang kerap
ditemui adalah masih ada LPTK dan FIP yang tidak memiliki sekolah laboratorium.
Jumlah keseluruhan
mahasiswa di Indonesia adalah 7 juta orang, dan 1,2 juta diantaranya berkuliah
di prodi Pendidikan. Itu jauh lebih banyak daripada mahasiswa prodi Ekonomi,
Teknik, Sosial, dan Kesehatan. Akibatnya, Indonesia memiliki banyak sarjana
pendidikan, tetapi dengan mutu yang tidak sesuai standar. Untuk meningkatkan
kualitas guru, perlu dilakukan revitalisasi LPTK dan FIP di seluruh Indonesia. Saat ini
perekrutan mahasiswa menggunakan cara ujian umum, seperti program studi lain.
Padahal, semestinya penerimaan mahasiswa baru prodi pendidikan menggunakan
wawancara, sertates minat dan bakat agar terpilih yang benar-benar berniat
untuk menjadi guru.
Disamping itu,
reformasi yang perlu dilakukan ialah
mewajibkan sarjana pendidikan yang ingin menjadi guru mengikuti pendidikan
profesi guru selama setahun. Apabila lulus, dalam Kerangka Kualifikasi Nasional
Indonesia, mereka berada di level 7, setara profesionalismenya dengan dokter.
Adapun sarjana berada pada level 6. Para guru yang belum memiliki ijazah S-1
juga diajak menuntaskan pendidika. Terkait hal itu, guru-guru mengeluhkan
banyaknya tugas administrasi yang memberatkan sehingga mereka tidak memiliki
waktu untuk meningkatkan kompetensi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar